/ / / Asa Para Pelaku Bisnis ditengah Pandemi Covid-19

Asa Para Pelaku Bisnis ditengah Pandemi Covid-19

with No Comments
Spread the love

Pada 8 Oktober lalu telah berlangsung Bincang Santai PPHI Eps.2 bersama beberapa orang narasumber diantaranya adalah Bapak Harman Subakat (CEO Brand Wardah, Emina, & Makeover), Bapak Ismoyo (Owner Look Lombok Travel & Pebisnis Kopi) dan Bapak Titan Sabtian (CEO Panca Lima Persada, Konsultan Expor Impor).  Tujuan dilaksanakannya Bincang Santai PPHI yang sudah berlangsung dua episode ini adalah untuk tetap prduktif dan menjalin silaturahmi ditengah pandemi. Dengan tidak mencela kegelapan tapi menyalakan lilin, menyebar optimisme dengan menambah peluang bisnis.

Terdampaknya bisnis travel akibat pandemik, membuat Ismoyo melihat peluang baru. Berangkat dari kecintaan beliau terhadap kopi, dan melihat habit anak muda khususnya disekitar Kute lebih sering minum kopi dari pada beer untuk tamu luar negeri khususnya Eropa. Menangkap peluang ini, beliau menjadikan kopi pilihan  khas Lombok sebagai souvenir. Hingga para customer dari Dubai, Turki dan beberapa negara lain lebih tertarik untuk memesan kembali kopi khas Lombok yang kemudian diberi nama “Home Coffee”. Tidak hanya itu, beliau juga membantu masyarakat terdampak Gempa Lombok disekitar Gunung Rinjani terlibat dalam bisnis kopi yang baru beliau geluti ini. Menggandeng beberapa NGO, beliau memberdayakan masyarakat melakukan budidaya kopi hingga pengolahan sesuai standar internasional dan memasarkan kepada networking yang dimiliki. Arabica yang merupakan premium coffee tak membutuhkan waktu lama untuk habis setelah panen raya. Rekan beliau di Korea yang merupakan seorang pengusaha kopi juga tertarik dengan kopi robusta Lombok yang tanpa pestisida. Hal ini merupakan suatu pencapaian diluar ekspektasi Ismoyo, dimana pertahun sudah mencapai 500 ton penjualan kopi ke Korea. Sehingga travel agent beliau menawarkan coffee trip kepada tamu ke kebun kopi langsung, serta melihat pengolahan kopi secara tradisional. Ismoyo yakin bisnis kopi merupakan bisnis yang masa depannya cerah. Tingginya kebutuhan kopi dari Eropa sedangkan ketidak mampuan mereka memproduksi kopi, adalah peluang besar untuk kita. Berbagai langkah strategis terus dilakukan  Ismoyo untuk  mengembangkan bisnis kopi ini.

Tak hanya Ismoyo, CEO Paragon, Harman Subakat juga melihat peluang baru dalam menyiasati pandemi ini. Ditengah menurunnya omset perusahaan yang drastis, Paragon menyisir kembali outlet mana yang masih bisa dioptimalkan dan melakukan penjualan secara online. Paragon juga bergerak membentuk B2B team channel khusus untuk tetap bertahan. B2B team ini berperan  membuka kesempatan yang lebih luas untuk berkolaborasi bersama Paragon. Beberapa program kerja sama yang ditawarkan Paragon kepada PPHI berupa member benefit, event collaboration (training and development), dan commercial package/reseller program. Dalam program training yang sudah berlangsung yaitu beauty class bersama beberapa Bank Syariah.  Pandemi ini juga membuat Paragon mengeluarkan produk  baru berupa hand sanitizer dan juga hand wash yang saat ini banyak dibutuhkan. Beberapa program kolaborasi ini merupakan titik terang ditengah gelapnya pandemi yang ditawarkan oleh Paragon.

Ditengah beratnya situasi saat ini, para pembicara yang dihadirkan pada Bincang Santai PPHI kali ini tetap memegang value-value yang baik. Seperti yang disampaikan CEO Paragon, Harman Subakat, perusahaan tetap berusaha membantu masyarakat dengan berbagai kegiatan CSR.  Beliau percaya bahwa justru karena kita ingin selalu memberi manfaat, membuat kita tumbuh lebih baik.

Konsultan bisnis, Noveri Maulana juga menambahkan bahwa para pebisnis harus agile memahami apa keinginan customer. Berubahnya situasi ditengah pandemi juga mengubah perilaku konsumen. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Harman bahwa Business process paragon juga ikut disesuaikan dengan menjadi customer centric dalam rangka menyesuaikan kebutuhan dan perubahan perilaku konsumen.

Bincang santai PPHI ini ditutup oleh Riyanto Sofyan, selaku Ketua PPHI. “Kewajiban kita adalah berikhtiar, Insyaallah bersama kesusahan pasti ada kemudahan, dan jika kita tetap berikhtiar, maka ikhtirar kita tetap dihitung sebagai ibadah. sebagai muslim kita adalah pengusaha yang tidak pernah rugi, Optimis dan yakin kepada Allah jika kita berusaha pasti akan dimudahkan.”  Ujar Riyanto.

Webinar yang dihadiri oleh puluhan pelaku usaha di bidang pariwisata ini merupakan program kerja yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Pusat PPHI sekaligus dalam rangkaian peyelenggaraan Indonesia Halal Tourism Summit yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober mendatang.

Tertarik Untuk Bergabung Bersama Kami ?