/ / / Halal Tourism untuk Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Halal Tourism untuk Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

with No Comments

WhatsApp Image 2017-12-07 at 19.15.31

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kemeja putih) (Ist)

Halal tourism memang menjadi potensi Indonesia sebab semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke negeri ini. Wisatawan mancanegara yang tertarik berkunjung ke Indonesia berkaitan dengan halal tourism identik dari kawasan Timut Tengah.

PPHI Halal Tourism Business Forum 2017 (PPHI – HTBF 2017 ) bertujuan mengkonsolidasikan seluruh kekuatan industri pariwisata yang dimiliki lalu melaksanakan urun rembug untuk memanfaatkan dan meningkatkan momentum yang telah berhasil diraih dan berupaya mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisman Muslim mancanegara 5 juta ditahun 2019 mendatang.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan oleh Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) dihadiri lebih dari 250 peserta dari berbagai unsur stakeholder pariwisata, yakni diantaranya Dewan Syariah Nasional MUI, Akademisi, Pelaku Usaha Pariwisata (Hotel, Restoran, BPW, Spa) dari 25 provinsi, lebih dari 10 asosiasi industri pariwisata Indonesia (ASITA, PHRI, HPI, ASPHURINDO, FTPI, PWH, ITLA, IITCF, ASATI, MES DKI Jakarta, HIMPUH, KESTURI, dan ATHIN), pelaku usaha pariwisata Halal, hotel, restoran, travel agent, digital StartUp dan e-commerce, dan lainnya.

Tak ketinggalan buyers luar negeri, yakni Arab Saudi, Mesir dan Aljazair, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur dan media massa. Siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (7/12/2017) menulis, acara ini dibuka oleh Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, dan dimulai dengan paparan Standarisasi dan Sertifikasi Indsutri Pariwisata oleh Hafizuddin Ahmad, kemudian sesi paparan Destinasi dan Paket Wisata Halal dari 6 Provinsi.

Dilanjutkan dengan sesi Diskusi dengan Sandiaga S Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta tentang Rencana Pengembangan Pariwisata Halal di wilayah DKI Jakarta yang diharapkan menjadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi DKI Jakarta dan merupakan pula bagian dari Program Pengurangan Pengangguran.

Diharapkan dari Pengembangan sektor Pariwisata DKI Jakarta ini, akan menambah sebanyak 40,000 peluang kerja ditahun 2018 nanti. Kemudian sesi paparan Financing and Investment Industri Pariwisata Halal oleh Dhias Widyawati Direktur Bank BNI Syariah.

Dilengkapi dengan Paparan dan Sesi Diskusi dengan Poernomo Siswoprasetijo selaku President/CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter terkait Pengembangan Pariwisata Halal Indonesia – Kiat Kiat membuka pasar baru dalam kaitan Pengembangan Kawasan Pariwisata.

President PATA Indonesia Chapter itu mengemukakan pengalaman dan pemikirannya saat mengembangkan Bali untuk dijual ke pasar Jepang dan Rusia, dengan cara membuka konsorsium-konsorsium yang melibatkan komunitas target pasar origin, dengan strategi extended services diterapkan secara efektif pada destinasi wisata yang dijual sehingga tidak perlu mengembangkan dedicated kawasan yang semua produk/jasa, misal. hotel untuk memenuhi kedua pasar tersebut, namun cukup menyiapkan beberapa area atau amenitas yang disesuaikan untuk kebutuhan khusus kedua pasar dengan kapasitas yg memadai besaran kebutuhan pasar tersebut.

PPHI Halal Tourism Business Forum 2017 ditutup dengan Urun Rembug yang dipimpin oleh Riyanto Sofyan, Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) yang menetapkan langkah-langka nyata yang akan dilaksanakan untuk mencapai target kunjungan 3,8 juta Wisatawan Muslim Mancanegara ditahun 2018.

Acara PPHI-HTBF 2017 ini dapat berhasil dilaksanakan atas dukungan Asdep Pengembangan Pasar Bisnis dan Pemerintah beserta Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Kementerian Pariwisata.

Tertarik Untuk Bergabung Bersama Kami ?