/ / / Indonesia Peringkat 2 Islamic Finance Development Indicators (IFDI) 2020, Menggeser Bahrain dan Uni Emirates Arab

Indonesia Peringkat 2 Islamic Finance Development Indicators (IFDI) 2020, Menggeser Bahrain dan Uni Emirates Arab

with No Comments
Spread the love

Jakarta, 10 Desember 2020 – Menjelang akhir tahun, Indonesia kembali meraih prestasi di dunia dengan peringkat ke-2, menggeser Bahrain dan Uni Emirates Arab dalam Islamic Finance Development Indicators (IFDI 2020). Prestasi saat ini sangat luar biasa karena sejak 2012, belum pernah ada perubahan pada 3 posisi teratas. Prestasi ini tentunya di dukung oleh kekuatan Indonesia yang semakin meningkat dalam nilai indikator knowledge dan awareness. Hal ini mencerminkan implementasi Masterplan Ekonomi Islam 2019-2024 yang sedang dikenalkan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Menurut Islamic Finance Development Report 2020, Indonesia menunjukkan salah satu peningkatan paling menonjol dalam peringkat negara IFDI sejak tahun 2012, yaitu naik ke posisi kedua untuk pertama kalinya di belakang Malaysia. Peringkat ini melonjak dari tahun sebelumnya yang berada di posisi ke empat pada tahun 2019.

Ada pun 5 negara teratas dalam IFDI 2020 ini, yaitu: Malaysia, Indonesia, Bahrain, Uni Emirates Arab, dan Saudi Arabia. Posisi ini mempertimbangkan 5 indikator utama dalam pengembangan keuangan Islam: perkembangan kuantitatif (quantitative development); pengetahuan (knowledge); pemerintahan (governance); tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility); dan kesadaran (awareness).

Indonesia menempati peringkat pertama dalam sub-indikator pendidikan keuangan islam dan kedua dalam penelitian. Hal ini didukung oleh besarnya jumlah penyedia pendidikan dan output yang produktif dari makalah penelitian keuangan Islam dan artikel jurnal yang di review.

Indonesia juga kuat dalam hal indikator tata kelola, dengan lengkapnya peraturan yang mencakup semua aspek industri keuangan Islam yang tercakup dalam definisi IFDI.

Selain itu, sub indikator awareness negara kita nilainya hampir dua kali lipat sebagai hasil dari peningkatan tiga kali lipat dalam jumlah acara keuangan Islam yang diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi KNEKS dari Islamic Economic Masterplan 2019-2024

Pertumbuhan keuangan Islam menaiki kenaikan walaupun di masa pandemi Covid-19 ini, “Industri keuangan Islam mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 14% pada 2019 menjadi total aset US $ 2,88 triliun.” Menurut laporan IFDR 2020.

Analisis yang dilakukan oleh IFDI terhadap lima di 135 negara di seluruh dunia menunjukkan bahwa nilai indikator global secara keseluruhan tetap konstan pada 10,8, dengan peningkatan pada indikator Pengetahuan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan diimbangi dengan penurunan pada tiga lainnya.

“Kami percaya bahwa analisis dan informasi yang diberikan dalam laporan ini akan berfungsi sebagai titik referensi penting bagi keadaan industri keuangan Islam selama masa sulit ini dan kami tetap yakin bahwa keuangan Islam dapat memainkan peran utama dalam mengurangi konsekuensi sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19.” Tutup Ayman Sejiny selaku Chief Executive Officer, Islamic Corporation for the Development of the Private Sector dan Mustafa Adil selaku Head of Islamic Finance, Refinitiv dalam laporan IFDR 2020.

Penulis: Anggi Monica

Tertarik Untuk Bergabung Bersama Kami ?