/ / / Mau Dibawa Kemana Wisata Halal di Indonesia Setelah Pandemi?

Mau Dibawa Kemana Wisata Halal di Indonesia Setelah Pandemi?

with No Comments
Spread the love

Pembahasan terkait pasar wisata halal khususnya di Indonesia, sangat dinilai punya potensi yang menjanjikan untuk difokuskan jika pandemi COVID-19 ini berakhir. Jika hal ini direalisasikan, pertumbuhan wisatawan muslim baik dari domestik maupun internasional, diprediksi akan cukup tinggi hingga tahun 2024 nanti.

Seperti yang dilansir dari okezone, perjalanan wisatawan muslim domestik berpotensi tumbuh 5,8 persen atau naik mencapai 352,8 juta jiwa pada 2024. Bahkan, kedatangan wisatawan muslim internasional ke dalam negeri diprediksi bisa mencapai 24 juta jiwa atau tumbuh sekitar 7,5 persen.

Peningkatan kedatangan wisatawan muslim internasional ini dinilai akan turut mendorong pertumbuhan penerimaan devisa sebesar 8,2 miliar dolar AS atau naik 12,2 persen. Sedangkan, pengeluaran wisatawan muslim domestik diprediksi mencapai 21,2 miliar dolar AS atau naik 5,5 persen.

Pariwisata halal memiliki peluang yang besar untuk berkembang di Indonesia. Hal ini karena, budaya dan gaya hidup halal sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, sehingga menjadi salah satu cara memperluas jangkauan pasar. Sementara itu, sektor pariwisata masih memiliki sejumlah tantangan yang harus dihadapi, diantaranya; keterbatasan fasilitas kesehatan, obat-obatan, dan pencegahan COVID-19, berkurangnya daya beli masyarakat serta kemungkinan masa pandemi yang lebih lama.Di sisi lain, program stimulus ekonomi dari pemerintah dalam penanganan wabah ini bagi pelaku usaha sektor pariwisata juga sangat minim. Hal tersebut ditambah dengan anggaran yang cukup terbatas untuk pariwisata.

Seperti yang dikutip dari cnnindonesia, Bank Indonesia (BI) mendorong industri pariwisata halal mengembangkan strategi inovasi untuk bisa pulih dari pandemi ini. BI berupaya untuk mengubah lanskap bisnis pariwisata. Tujuannya untuk memperkuat adaptasi baru di masa pandemi seperti; masyarakat menjadi lebih perhatian pada kebersihan, keamanan, dan kesehatan.

Saat ini pemerintah pun tengah fokus pada dua strategi utama untuk membangkitkan kembali pariwisata Indonesia, khususnya segmen halal tourism. Pertama, memastikan implementasi dari pengembangan pariwisata di 10 wilayah prioritas yang kini telah dikhususkan di lima wilayah superprioritas.

Kedua, memastikan implementasi kebijakan 3A yakni access (akses), amenity (kenyamanan), dan attractiveness (daya tarik). Selain itu, pemerintah juga fokus untuk melakukan promosi dan peningkatan kapasitas dari praktisi industri. Persiapan fundamental yang harus terus kita siapkan adalah mengendalikan pandemi sehingga kita bisa kembali mengembalikan kepercayaan masyarakat global.

Intinya, masa pandemi merupakan saatnya untuk kembali mengevaluasi kebijakan dan bersiap untuk pulih. Pandemi menjadi pukulan yang sangat berat tahun ini bagi industri. Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 3,3 triliun khusus untuk pemulihan di sektor pariwisata, baik berupa bantuan pada pemerintah daerah maupun praktisi di industri yang terkena dampak secara finansial.

Pemerintah juga memberikan sertifikasi protokol ini secara gratis disertai dengan peningkatan kapasitas praktisinya melalui berbagai program pelatihan. Sehingga, industri pariwisata didorong untuk memaksimalkan pasar konsumen domestik yang jumlahnya bisa mencapai 150 juta orang.

Source: okezone.com, cnnindonesia.com

Tertarik Untuk Bergabung Bersama Kami ?