/ / / PPHI: Pariwisata Muslim Berpotensi Besar Bagi Wisatawan Nusantara Bahkan Mancanegara.

PPHI: Pariwisata Muslim Berpotensi Besar Bagi Wisatawan Nusantara Bahkan Mancanegara.

with No Comments
Spread the love

JAKARTA– Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan menyebutkan bahwa pariwisata ramah muslim saat ini berpotensi besar bagi wisatawan nusantara bahkan mancanegara. Hal ini disampaikan saat menghadiri Media Group News (MGN) Summit 2021 bertajuk Wonderful Indonesia: Reviving the Tourism Industry.

“Pariwisata ramah muslim adalah extended facilities and services untuk wisatawan muslim yang merupakan potensi pasar yang besar baik dari wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ungkap Riyanto, Kamis (28/1) di Jakarta.

Riyanto yang juga merupakan pemilik hotel sofyan ini pun mengungkapkan rasa senang sebab pariwisata ramah muslim mulai mendapat perhatian dari berbagai pihak. Inilah yang membuat dirinya optimis wisata ramah muslim berpotensi ke depannya terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah layanan wisata ramah muslim mendapat perhatian pada persiapan destinasi dan amenitas pariwisata, baik oleh kepala daerah, mas menteri, dan juga Gubernur Sulawesi Selatan,” ujar dia.

Riyanto pun membeberkan bahwa dari 237 juta jiwa populasi muslim di Indonesia, 120 juta adalah “middle class income muslim” yang tertarik untuk tetap berwisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah terlihat bahwa sekitar 237 juta populasi muslim Indonesia, 120 jutanya adalah middle class income muslim yang sangat antusias berwisata dengan aman di masa Covid-19,” ungkap Riyanto.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno turut optimis untuk membangkitkan pariwisata nasional. Pemerintah pun mewujudkannya melalui tiga program yakni: perlindungan sosial, relokasi anggaran, dan pemberian stimulus untuk pelaku bisnis di sektor pariwsata dan ekonomi kreatif.

“Upaya tanggap darurat pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan dilakukan pemerintah tertuang pada 3 program, diantaranya program perlindungan sosial untuk pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif, relokasi anggaran untuk beberapa kegiatan seperti program padat karya . Program ketiga yaitu pemberian stimulus untuk pelaku bisnis pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif”, ungkap Sandi.

Acara MGN Summit 2021 menghadirkan orang-orang penting yang fokus pada industri pariwisata seperti: Hariyadi Sukmadani (Ketua Umum PHRI), Viktor Laiskodat (Gubernur Nusa Tenggara Timur), dan Nurdin Abullah (Gubernur Sulawesi Selatan).

Acara ini bertujuan untuk menyinergikan para pemangku kepentingan pariwisata yang ada di Indonesia. Adapun harapan dari acara ini semoga pelaku bisnis khususnya di bidang pariwisata selalu memperhatikan sektor pariwisata di Indonesia terlebih dalam penerapan protokol kesehatan.

Tertarik Untuk Bergabung Bersama Kami ?