CategoriesArtikel Berita

JAKARTA, 13 Juli 2023 – Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Inovasi untuk Pengembangan Wisata Ramah Muslim yang Berkelanjutan.” Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata PPHI untuk terus berkontribusi dalam rangka memperkuat industri Pariwisata Ramah Muslim yang berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan Bimtek digelar secara offline di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (13-14 Juli) dibuka pada pukul 08:00. Hari pertama diisi dua sesi talkshow yang mendatangkan narasumber ahli di bidang pariwisata ramah muslim. Sementara hari kedua, agendanya adalah Famtrip ke Kampung Betawi di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan. Bimtek ini juga dihadiri beberapa pelaku usaha dari Malaysia yang diharapkan membuka peluang transaksi bisnis langsung antarpelaku usaha.

Rangkaian acara Bimtek dihadiri berbagai pelaku industri dari sektor pariwisata, di antaranya pelaku usaha yang tergabung pada asosiasi ASITA, ASTINDO, ASPPI, HPI, PPHI, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta, anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), anggota destinasi wisata yang tergabung dalam Persatuan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI),komunitas atau perkumpulan wisata halal serta beberapa pelaku usaha dari negara tetangga Malaysia.

Kegiatan Bimtek ini dirancang dengan tujuan utama mencapai beberapa hal yang sangat relevan dan penting untuk perkembangan pariwisata ramah muslim di Indonesia, di antaranya: meningkatkan Pemahaman tentang pariwisata ramah muslim, meningkatkan kemampuan pelaku usaha dan SDM pariwisata, meningkatkan kemampuan adaptasi dengan perubahan paska-pandemi dan era digitalisasi serta meningkatkan daya saing untuk menggarap peluang Big Size High Growth Muslim (halal) market dengan jumlah di tahun 2019 pasar wistawan muslim sebesar 160 juta turis (pengeluaran US$ 194 B dengan pertumbuhan 7.5%) sedangkan pasar wisatawan Cina jumlahnya dibawah pasar wisatawan muslim yakni 155 juta turis (pengeluaran US$ 77,1B dengan pertumbuhan 3.3%) sehingga menunjukan bahwa pasar wisatawan muslim merupakan pasar utama bukan ceruk pasar.

Acara Bimtek diharapkan dapat menjadi platform untuk memberikan pemahaman dan implementasi konsep pariwisata ramah muslim di bidang usaha dan destinasi wisata. Di samping itu bimtek dapat menjadi tindak lanjut atas keberhasilan Indonesia yang kembali menempati ranking 1 pada Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 1 Juni 2023 di Singapura yang dikeluarkan Mastercard Crescentrating. Momentum ini sekaligus menjadi persiapan bagi Provinsi DKI Jakarta dalam menyiapkan diri di tingkat pelaku usaha dan sumber daya manusia dengan melakukan pelaksanaan global benchmarking yaitu program pemeringkat internasional untuk kualitas produk dan pelayanan usaha pariwisata ramah muslim yaitu “Muslim Friendly Rating for Services and Facilities in Travel, Tourism and Hospitality Segment” by Mastercard Crescentrating kolaborasi dengan PPHI.

Seterusnya, akan ada program tingkat nasional yang sedang berjalan yakni program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2023 yang hasilnya diumumkan pada Oktober 2023. Kegiatan ini diharapkan dapat memantik pertumbuhan dan perkembangan pariwisata ramah Muslim di DKI Jakarta. DKI Jakarta juga diharapkan dapat menjadi destinasi utama pariwisata ramah muslim di Indonesia yang berdampak pada peningkatan pendapatan devisa dari wisatawan mancanegara dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

***

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Rifai Chaniago (Direktur Eksekutif PPHI)

WhatsApp : +6285159066892

Email : sekretariat@pphi.id

Website : pphi.id

Instagram : @pphi_id