/ / / Potensi Indonesia Menjadi Kiblat Pariwisata Halal Dunia

Potensi Indonesia Menjadi Kiblat Pariwisata Halal Dunia

with No Comments
Spread the love

Tahukah kamu bahwa kemenangan Indonesia di ajang World Halal Tourism Awards 2016 dengan menyabet 12 penghargaan dari 16 kategori yang dilombakan? Hal ini bukanlah menjadi akhir dari segalanya, karena kemenangan ini justru menjadi awal untuk membangun ekosistem baru wisata halal di Indonesia, yang akan memberi kontribusi besar bagi pencapaian target kunjungan wisata.

Seperti yang dilansir dari kompas.com, Kepala Deputi Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty mengatakan, banyak alasan mengapa Indonesia bisa menjadi kiblat bagi pariwisata halal dunia, selain punya banyak atraksi wisata dunia, Indonesia juga sudah dilengkapi dengan amenitas, seperti hotel berstandar internasional.

Hal ini diperkuat dengan adanya produk pariwisata halal merupakan produk wisata alternatif, artinya setiap wisatawan juga bisa memanfaatkan berbagai fasilitasnya. Produk wisata halal bukan hanya untuk turis Timur Tengah, tetapi juga untuk negara-negara seperti Cina, Korea, dan Jepang yang juga merupakan pasar potensial.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun sempat menargetkan Indonesia menjadi kiblat destinasi wisata halal dunia sejak tahun 2019, sehingga ini akan menggencarkan promosi ke berbagai ajang dunia.

Semua ini diawali dengan mengikuti The 14th Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam ajang tersebut, untuk pertama kalinya Wonderful Indonesia tampil beda dengan menawarkan branding Halal Tourism Indonesia.Bahkan, ajang tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih mengenalkan wisata halal, karena di tahun sebelumnya, Indonesia cukup sukses mendominasi ajang World Halal Travel Award.

Penjelasan di atas bertujuan menjadikan Indonesia sebagai wadah pariwisata ramah wisatawan muslim. Contoh kriteria yang harus ada pada destinasi halal adalah mudah ditemukannya masjid, tempat wudhu, hotel memiliki petunjuk arah kiblat, jam shalat, kitab suci, dan lain sebagainya.

Jika kita singgung ke belakang, pada tahun 2015 Indonesia keluar sebagai juara umum dengan memenangkan tiga kategori sekaligus dari 15 kategori yang dilombakan. Indonesia berhasil mendapat penghargaan WHTA 2015, World Best Halal Honeymoon 2015 untuk Lombok, dan World Best Halal Hotel 2015 untuk Sofyan Hotel.

Sementara pada ajang WHTA 2016 kali ini, Indonesia mengikuti 12 kategori dari 16 kategori yang dilombakan dan ke-12 kategori tersebut masuk dalam putaran kedua (babak final). Pada babak penyisihan, nilai Indonesia berselisih ketat dengan negara tetangga Malaysia.

Hal ini semua merupakan dukungan dari semua rakyat di Tanah Air, sehingga Indonesia mampu menyapu bersih semua kategori yang diikuti. Ini adalah saatnya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, modern, dan pro digital.

Mengikuti dan memenangkan ajang kompetisi pariwisata halal tingkat internasional adalah salah satu cara efektif untuk mempromosikan pariwisata halal pada khususnya dan pariwisata Indonesia pada umumnya.

Pariwisata Indonesia akan semakin dikenal dan nilainya di mata dunia pun akan semakin tinggi. Dengan ini, diharapkan sektor pariwisata bisa meningkatkan pendapatan produk domestik bruto (PDB), devisa negara, dan jumlah lapangan pekerjaan.

Pertanyaannya, selama empat hingga lima tahun sejak momen bersejarah tersebut, apakah Indonesia mampu menjaga konsistensinya di tahun 2021, terlepas masih berjuang melawan pandemi?

Source: Kompas.com, Bisnis.com

Tertarik Untuk Bergabung Bersama Kami ?